SEJARAH PENGADAAN ASRAMA SISWA SANTO YOSEF DURI
Latar Belakang
SMP Santo Yosef berdiri pada tahun 1964, sedangkan SMA Santo Yosef mulai didirikan pada tahun 2011. Kedua sekolah ini berada dalam Koordinatorat Duri, sebuah wilayah yang berkembang pesat sejak tahun 1950 hingga 2020 berkat aktivitas pertambangan minyak bumi yang dikelola oleh PT. CPI. Perkembangan ini membawa dampak positif, seperti meningkatnya jumlah penduduk dan bertambahnya siswa yang masuk ke sekolah-sekolah Yayasan Prayoga Riau (YPR), termasuk SMP dan SMA Santo Yosef.
Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa perubahan mulai terjadi akibat kebijakan pemerintah dan restrukturisasi PT. CPI. Selain itu, adanya perkembangan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat juga memengaruhi dinamika wilayah ini.
Perubahan Yang Berpengaruh
- Kebijakan Pemerintah
Diberlakukannya kebijakan wajib belajar 12 tahun dengan pembebasan biaya untuk sekolah-sekolah negeri.
- Pemekaran Wilayah
Duri yang sebelumnya hanya memiliki satu kecamatan (Kecamatan Mandau), kini dimekarkan menjadi empat kecamatan: Kecamatan Mandau, Pinggir, Tualang Mandau, dan Batin Solapan. Hal ini menyebabkan menjamurnya pertumbuhan sekolah-sekolah negeri yang tidak berbayar.
- Restrukturisasi PT. CPI pada Tahun 2016
Banyak keluarga karyawan PT. CPI kembali ke daerah asal mereka, seperti Jawa, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Pekanbaru.
Sekitar 70-80% karyawan mitra bisnis PT. CPI terkena PHK, sehingga banyak yang bekerja sebagai buruh kontrak dengan pendapatan tidak tetap.
Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada fluktuasi jumlah siswa baru di sekolah-sekolah YPR wilayah Koordinatorat Duri. Sejak tahun 2016, rata-rata jumlah siswa baru mengalami penurunan.
Peluang
Sejak tahun 1990-an, di wilayah sekitar Duri mulai bermunculan perusahaan perkebunan karet dan kelapa sawit. Pada awal 2000-an, penduduk dari luar Riau mulai membuka kebun sawit pribadi di wilayah ini, yang meningkatkan populasi keluarga di daerah sekitar Duri.
Hal ini menjadi peluang bagi sekolah-sekolah YPR, terutama SMP dan SMA Santo Yosef, untuk menarik siswa dari luar wilayah Duri. Beberapa wilayah asal siswa termasuk Kandis, Tasik Serai, Sontang, Air Hitam, Serai Wangi, Libo, hingga Kota Batak. Siswa dari wilayah-wilayah ini awalnya tinggal di rumah kos warga sekitar sekolah. Namun, orang tua mereka menyampaikan harapan besar kepada YPR agar membangun asrama untuk menjaga keamanan dan kenyamanan anak-anak mereka.
Diskusi dan Keputusan Pengadaan Asrama
Permintaan pengadaan asrama siswa disampaikan secara bertahap melalui berbagai diskusi dan pertemuan:
20 April 2019
Dalam diskusi dengan almarhum Bapa Uskup Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFMCap, para kepala unit Koordinatorat Duri menyampaikan wacana pengadaan asrama. Bapa Uskup memberikan sinyal setuju. Kepala unit tersebut,
-
- Sarinah Hutahaean -> SMA Santo Yosef / Koordinator
- Tresia Sugiarti -> SMP Santo Yosef
- Eduard Panjaitan, S.Pd. -> SD Santo Yosef
- Rahel Siadari, S.Pd. -> TK Santo Yosef
- Tiora Simarmata, S.Pd. -> SD Slamet Riyadi Simpang Bangko
26 Maret 2022
Para kepala unit berbincang dengan Suster Henderika, KYM, yang mengonfirmasi bahwa orang tua dari wilayah Stasi Paroki Santo Yosef sangat mengharapkan asrama bagi siswa.
April 2022
SMP dan SMA Santo Yosef melakukan studi kelayakan dan analisis SWOT terkait pengadaan asrama.
20 April 2022
Dalam pertemuan bersama Kabag Keuangan YPR (Drs. L. Situmorang), diputuskan bahwa Koordinatorat Duri perlu memiliki asrama siswa.
21 April 2022
Pastor Paroki Santo Yosef, Rm. Riduan Fransiskus Naibaho, Pr, menyampaikan bahwa wacana pengadaan asrama sudah menjadi harapan banyak pihak selama bertahun-tahun.
29 April 2022
Pada kegiatan rekoleksi dengan Bapa Uskup Vitus Rubianto Solichin, SX Para kepala unit kembali membunyikan tentang pengadaan asrama siswa di koordinatorat duri.
23 April 2022
Ketua Pengurus YPR saat itu, Rm. Antonius Konseng, Pr, MSc, menyetujui pengadaan asrama dan memerintahkan Koordinatorat Duri menyusun proposal.
23 Mei 2022
Para Kepala unit pada masa itu, berdiskusi bersama Pastor Paroki pada masa itu Pastor Riduan Naibaho dan suster Henderika tentang pengelolaan asrama.
PERKEMBANGAN ASRAMA
Tahun 2022
- Gedung asrama pertama mulai digunakan:
-
-
- Asrama putera: Menggunakan dua ruang kelas lama SMP (1 ruang tidur dan 1 ruang belajar/makan).
- Asrama puteri: Menggunakan gedung asrama lama.
-
- Jumlah siswa asrama putera: 20 siswa.
- Jumlah siswa asrama puteri: 13 siswa.
Tahun 2023
Karena peningkatan jumlah siswa, asrama putera menambahkan satu bangunan berbentuk bangsal untuk ruang tidur baru. Asrama puteri tetap menggunakan gedung lama dengan pendampingan dari guru-guru puteri yang masih tinggal di asrama.
Agustus 2023
Proposal pembangunan asrama layak huni diajukan kembali. Pada 5 Oktober 2023, proposal disetujui, dan gedung baru mulai dibangun. Bangunan asrama baru terdiri dari:
- Bagian selatan: Asrama putera.
- Bagian utara: Asrama puteri.
-
27 Oktober 2023
Dilakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama yang dipimpin oleh Pastor Bonar Sinabariba, Pr. Yang dihadiri
- Koordinator, Dra. Sarinah Hutahaean
- Kepala TK Santo Yosef, Rahel Siadari, S.Pd.
- Kepala SD Santo Yosef, Polorida, S.Pd.
- Kepala SMP Santo Yosef, Ervides Samosir, S.Pd.
- Pendidik dan tenaga kependidikan di koordinatorat Duri
16 Januari 2025
Peresmian dan Pemberkatan gedung asrama yang dilakukan oleh Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, S.X. yang dihadiri oleh ,
Para Pastor,
- Ketua Pengurus Yayasan Prayoga Riau, Pastor Riduan Naibaho, Pr.
- Pastor Kevikepan Riau Pastor Emilianus Sakoi koi, Pr.
- Pastor Paroki Santamaria, Pastor Otto Procesus Hasugian, Pr.
- Pastor Paroki Santo Yosef, Pastor Bonar Sinabariba, Pr,
- Pastor FX.Hardiono Hadisubroto, Pr. Dari Paroki Santo Yosef Duri
- Pastor Thery Cholma Bancin, Pr. Dari Paroki Santo Yosef Duri
- Pastor Anselmus Efrizal Harris Tampubolon,Pr dari Paroki Keluarga Kudus Pasaman
Pengurus Yayasan Prayoga Riau,
- Maria Supriati
- Cindy Angreani, S.H.
Pelaksana Kegiatan Yayasan Prayoga Riau
- Lusiana Ling Ling, S.Pd. Ketua PKY
- Nurmala Ernawati Haloho, S.S. Kabag Pendidikan dan Kurikulum
- Wanti Br. Siringoringo, A.Md. Kabag Keuangan dan Investasi
- Antonius Handoko, S.S, M.A. Kabag Humas, Publikasi dan Teknologi Informatika
Koordinator Yayasan Prayoga Riau
- Rehna Tarigan, S.Pd. Koordinator wilayah Dumai
- Mulyani A. Kurniaty, S.Pd. Koordinator wilaya Pekanbaru
- Ernesta Barus, S.Pd. Koordinator wilayah Baganbatu
Kepala Sekolah YPR Wilayah Duri
- Sarinah Hutahaean Kepala SMA Santo Yosef/ koordinator
- Rahel Siadari, S.Pd. Kepala TK Santo Yosef
- Polorida, S.Pd. Kepala SD Santo Yosef
- Ervides Samosir, S.Pd. Kepala SMP Santo Yosef
- Eduard Panjaitan, S.Pd. Kepala SD Slamet Riyadi
- Pendidik dan tenaga kependidikan sekoordinatorat Duri
Data Jumlah Siswa Asrama
Asrama Putera
Tahun Pembelajaran | Jumlah Siswa | Pembina |
2022/2023 | 20 | Iwan Harjo, S.Pd. |
2023/2024 | 42 | Novel Gultom, |
2024/2025 | 54/39 | Eko dan Honoratus |
Asrama Puteri
Tahun Pembelajaran | Jumlah Siswa | Pembina |
2022/2023 | 13 | Guru-guru puteri ( Juli – Agustus 2022 ) Nirwana |
2023/2024 | 31 | Lestari Nainggolan |
2024/2025 | 41/38 | Aiwa Romian |
Pengadaan asrama siswa Santo Yosef merupakan jawaban atas kebutuhan siswa dan orang tua, khususnya dari wilayah luar Duri. Asrama ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas pendidikan siswa. Dengan fasilitas baru yang memadai, SMP dan SMA Santo Yosef semakin siap untuk melayani kebutuhan pendidikan generasi mendatang.